Interaksi Sosial
Interaksi Sosial dan Perkembangannya Dari Masa ke Masa
Oleh : Nogo Gading Sasongko
K4419065
Interaksi sosial merupakan sebuah istilah yang menggambarkan bagaimana seorang individu melakukan hubungan timbal balik dan juga dinamis. Hubungan sosial yang disebut ialah hubungan antara seorang individu dengan individu lain, lalu individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok lain. Didalam interaksi sosial terdapat proses komunikasi yang kemudian saling mempengaruhi baik kedalam pikiran maupun tindakan (Sukanto, 2007).
Suatu peristiwa dapat dikatakan sebagai interaksi sosial apabila memenuhi dua syarat sebagai berikut. Pertama terjadi kontak sosial, terdapat hubungan antar satu pihak dengan pihak lain seperti berbincang, bertemu, dan bersentuhan. Kedua terjadi komunikasi antar pihak dimana terdapat penyampaian pesan berisi informasi secara langsung maupun tidak agar pihak penerima pesan dapat memberikan tanggapan Muftuh dan Ruyadi (1995).
Interaksi sosial dapat terlihat dalam beberapa ciri-ciri, antara lain adalah. Adanya dua pelaku maupun lebih, terjadi hubungan timbal balik antar pelaku, kontak sosial terjadi diawal secara langsung maupun tidak, dan adanya alasan dan tujuan yang hedak dicapai. Ketika hal-hal diatas terpenuhi maka dapat dipastikan sedang terjadi interaksi sosial. Interaksi sosial yang semakin intens memicu terciptanya ikatan sosial yang utuh.
Dilihat dari hasil yang muncul interaksi sosial dapat dikategorikan menjadi dua bagian. Pertama ada interaksi sosial yang bersifat asosiatif dimana akan membawa persatuan. Terdiri dari kerja sama (perjanjian, kooperasi, koalisi), dan akomodasi (koersi, kompromi, arbitrase, mediasi, konsiliasi, ajudikasi, stalemate). Sifat lainya yaitu disosiatif dimana interaksi ini justru membawa perpecahan. Terdiri dari persaingan, konflik, dan kontraversi.
Manusia praaksara tercatat sudah melakukan interaksi sosial dimana mereka melukiskan kegiatan mereka pada dinding gua. Tindakan mereka sudah dapat dikatakan sebagai interaksi sosial, dilihat dari mereka ingin menyampaikan informasi kepada pihak lain. Selain itu penggunaan bahasa isyarat sederhana juga digunakan pada saat berburu. Pada masa ini interaksi sosial antar pelaku kebanyakan menggunakan kontak fisik.
Seiring dengan perkembangan zaman interaksi sosial tidak hanya terpaku dengan syarat harus melakukan kontak fisik atau disebut kontak primer. Interaksi seperti ini dapat disebut sebagai kontak sekunder. Semenjak kemampuan menulis dikuasai oleh manusia dan menyebar maka muncul pertukaran informasi melalui tulisan dan ilustrasi. Dengan berkembangnya tulisan mendorong pula masa keemasan bagi surat dan Koran sebagai media interaksi sosial jarak jauh.
Kejayaan surat dan koran perlahan tersaingi ketika perangkat komunikasi mulai bermunculan seperti radio dan telepon. Pada awal abad ke-20 radio menjadi salah satu alat yang popular dalam menyampaikan pesan secara luas. Secara pribadi penggunaan telepon menjadi lebih umum. Tetapi pada saat itu telepon pribadi hanya dapat diakses oleh orang tertentu saja karena telepon umum lebih terjangkau. Interaksi sosial sekunder mulai jamak ditemui pada masa peralihan ini
Contohnya seperti interaksi antara seorang penulis dengan pembaca, penyiar dengan pendengar, maupun pemirsa melalui layar kaca. Pada masa ini banyak individu menjadi pemeran pasif dalam interaksi sosial. Namun pada saat ini interaksi primer dan sekunder dapat terjadi secara bersamaan. Contohnya ketika sedang mengantri telepon umum akan terjadi interaksi sosial melalui kontak fisik, kemudian orang terjadi interaksi sekunder dalam bilik telepon.
Sejak berkembangnya internet dan gawai, pola interaksi sosial turut berubah menjadi lebih dinamis dan cepat. Interaksi sosial yang sebelumnya identic dengan adanya pertemuan pelaku maupun kontak langsung yang terbatas pada waktu tertentu hilang. Pelaku interaksi sosial dapat melakukan kontak dengan pelaku lain kapanpun mereka mau darimana saja. Selain itu bentuk sarana yang dapat digunakan untuk berinteraksi juga sangat banyak.
Pada saat ini interaksi sosial melalui gawai dapat berbentuk panggilan suara, mengirim pesan singkat, video, foto, bahkan dapat melaksakan sebuah rapat melalui video conference yang melibatkan puluhan hingga ratusan orang. Sebuah interaksi sosial sekunder yang berskala besar tidak lagi memerlukan kontak fisik antar pelaku. Pada masa pandemic seperti saat ini kontak fisik juga sangat dihindari oleh banyak pihak. Namun interaksi sosial juga haruslah tetap berjalan.
Dapat dilihat dari dilakukanya pembelajaran jarak jauh yang tetap menghasilkan interaksi antara tenaga pengajar dengan pelajar. Atau program work from home dimana pekerjaan yang dibawa ke rumah agar interaksi antara karyawan dengan perusahaan tetap berjalan. Dalam semua bidang kehidupan berkompromi untuk menghadapi masa pandemic dimana kontak fisik tidak disarankan. Sebagai gantinya penggunaan internet dan gawai di optimalkan.
Oleh karena itu pada setiap kondisi manusia akan terus beradaptasi untuk melakukan interaksi sosial. Agaknya mustahil bagi manusia masa kini untuk dapat bertahan hidup tanpa melakukan interaksi sosial. Bahkan untuk sekedar interaksi sosial sekunder semua orang pasti melakukannya. Hal-hal diatas merupakan bukti bahwa interaksi haruslah berjalan karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk tetap bertahan hidup.
Daftar Pustaka
Bottero. 2009. Relasionalitas dan Interaksi Social. Jurnal Universitas Manchester.
Bungin, Burhan. 2006. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus
Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta Kencana.
Cangara, Hafied. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi, Cet. V. Jakarta. PT. Raja
Grafindo Persada.
Cerulo. 2011. Interaksi Sosial: apakah No Manusia terhitung?. Jurnal Rutgers
Univercity.
Cozby. 2009. Methods in Behavioral Research. Jakarta: Pustaka Pelajar.
Gerungan, W. A. 2004. Psikologi Sosial. Bandung: PT Refika Aditama.
Giannetti. 2009. Interaksi Sosial dan Kegiatan Wirausaha. Jurnal Massachusetts
Avenue Canbridge.
Griffin, E. A. 2003. A First Look at Communication Theory, 5th edition. New York
City: McGraw-Hill.
Halik, Abdul. Pragmatisme Komunikasi Masyarakat Pedesaan (Rekonstruksi Ruang
Sosial Penggunaan Telepon Seluler di Pedesaan. Jurnal UIN Alaudin Makassar.
Moss, Stewart L. Tubs dan Sylvia. 2000. Human Communication. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Muslim, Asrul. 2013. Interaksi Sosial Dalam Masyarakat Multietnis. Jurnal Diskursus
Islam Volume 1 Nomor 3.
Soekamto, Sarjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada.
Syam, Nina Winangsih. 2009. Sosiologi Komunikasi. Bandung: Humaniora.
Wahyuningsih, Sri. 2007. Sikap Interaksi Sosial dan Individu Dalam Kehidupan
Sehari-Hari. Jurnal Ilmiah Pendidikan, Humaniora, Sains, dan Pembelajaranya, IKIP Gunungsitoli.
Xiao, Angeline. 2018. The Concept Of Sosial Interaction In Communication,
Technology, Community. Jurnal Komunikasi, dan Informatika, Vol. 7 No. 2
Mantap bos
BalasHapusThx sobat
Hapussangat informatif kk👍
BalasHapusThx sobat
HapusNambah pengetahuan kak👍
BalasHapusThx sobat
Hapussangat bermanfaat 👍🏻
BalasHapusThx sobat
HapusJadi Menambah pemahaman terkait interaksi sosial
BalasHapusThx sobat
Hapus⭐⭐⭐⭐⭐
Hapussangat bermanfaat sekali kak, terimakasih ilmunya
BalasHapusThx sobat
HapusMantul bro
BalasHapusmantapp brou
BalasHapusBagusss jadii paham mengenai interaksi sosial✨
BalasHapusTerimakasih artikelnya sangat bermanfaat..
BalasHapusSangat menerangkan
BalasHapusTerima kasihh sangat bermanfaat
BalasHapusArtikelnya sangat bagus dan bermanfaat
BalasHapusthx kak ilmunya
BalasHapus